Dari mulut pemenang Olimpiade (Opic Taofic Muflih) di hadapan Kepala Sekolah meluncur kata-kata “seluruh hadiah yang didapat dari kegiatan ini akan disumbangkan untuk Mesjid (hadiah yang didapat sebagai juara ke 2 sebanyak Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah)).” Kata-kata tersebut hanya bisa diucapkan oleh mereka-mereka yang hatinya terbuat dari mutiara. Air matalah yang bisa mengiringi ketika mendengarkan ketulusan itu terucap. Tidak terbayangkan ketika berangkat menuju Yogyakarta dengan modal awal Rp. 800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) dapat berangkat “PERANG” bersama 4 (empat) rekan lain dan 2 (dua) pembimbing yang disertai ribuan tangan tengadah berdoa memohon Kehadirat-Nya.
TERIMAKASIH …..
Senin, 16 Maret 2009
ALHAMDULILLAH….
Hanya ucapan itu yang dapat aku ucapkan ketika menerima kabar bahwa anak SMA Negeri 1 Cibeber dapat menempatkan dirinya (atas nama Opic Taofic Muflih dengan judul makalahnya Aku Ingin Hidup 1000 tahun lagi) pada posisi ke 2 (dua) pada Olimpiade Kehutanan tingkat nasional, yang diselenggarakan babak finalnya di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tanggal 12 hingga tanggal 15 Maret 2009.
Kemenangan ini adalah kemenangan atas ketidakpercayaan, kemarahan dan kegetiran yang dialami ketika mengikuti kegiatan ini dari mulai tahap seleksi awal hingga diumumkannya kemenangan ini.
Kemenangan ini adalah kemenangan atas ketidakpercayaan, kemarahan dan kegetiran yang dialami ketika mengikuti kegiatan ini dari mulai tahap seleksi awal hingga diumumkannya kemenangan ini.
Kamis, 12 Maret 2009
TOKEK
Dunia ini nampaknya banyak menyimpan misteri dan sulit dimengerti dengan akal sehat. Sesuatu yang semula tidak berharga, eh ternyata banyak yang membutuhkannya. Malah kadang-kadang ada yang berani membeli dengan harga tinggi. Sebagai contoh, sampai sekarang aku bingung sendiri kalau liat iklan seperti ini “Bagi yang memiliki tokek ukuran 4 ons sampai 1 Kg, silahkan menghubungi saya karena saya membutuhkan tokek dengan ukuran tersebut. Di beli dengan harga tinggi, minimal 4 ons. Hubungi saya di no.hp 081381492xxx” atau yang ini “Iklan Baris Gratis - tokek dijual. ... saya mau jual tokek 1 ekor kondisi hidup, tolong hub saya di 08176592xxx bila berminat. Harga Nego”Menurut aku apapun jenisnya, yang namanya tokek tidak lebih dari sekedar cecak yang berukuran besar, berkepala besar, memiliki kulit punggung
kasar dengan banyak bintil besar-besar, berwarna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga, dan memiliki bentuk ekor membulat berbelang-belang. Di kampung kami, hampir di setiap bangunan lama sepertinya “memelihara” hewan yang satu ini. Meskipun jarang yang mengusir tokek dari rumahnya, tapi aku berani memastikan tak seorangpun yang dengan sengaja memberi makan pada hewan peliharaannya tersebut. Wajar saja, selain tokek tidak termasuk hewan peliharaan, dia datangpun tidak berdasarkan undangan. Mau datang silahkan, mau kabur pun tidak dilarang. Suka-suka tokek lah.Hewan yang jago begadang ini, kalau siang jarang keluar dari tempat persembunyiannya di lubang-lubang kayu, di sela atap rumah atau di belakang lemari. Dia lebih suka berburu mangsa pada waktu malam tiba. Mangsanya macam-macam, ada serangga dimakan, ada cecak kecil dilahap, ada lipan lewat disergap, ada anak tikus lewat diembat juga. Kalau matahari sudah menampakkan wajahnya, si tokek kembali ketempat persembunyiannya di lubang-lubang kayu, di sela atap rumah, di belakang lemari, dan tempat-tempat lain yang agak tersembunyi dan gelap. Sepertinya tokek termasuk hewan yang tidak pe-de dengan kulitnya yang cantik namun menjijikan bagi sebagian orang.Selain bermanfaat “menjaga” kita dari ancaman hewan berbisa seperti lipan, jelek-jelek begini si tokek ada manfaat lainnya, yaitu sebagai obat penyakit kulit gatal-gatal, terutama eksim. Mau tau caranya : Ambil seekor tokek kemudian dibakar sampai hangus. Setelah itu dihaluskan menjadi bubuk. Campurkan bubuk tokek tadi dengan sedikit kopi kemudian seduh dengan air panas . Insya Allah, dalam waktu seminggu penyakit eksim bisa kering dan sembuh.Untuk menangkap tokek gampang-gampang susah, yang penting harus hati-hati karena tokek kerap menggigit jika ditangkap. Bila dipegang, si tokek langsung membuka lebar-lebar mulutnya dan siap menggigit tangan penangkapnya. Hmmm, gigitan yang sangat kuat. Saking kuatnya, ada orang yang bilang tokek tak akan melepas gigitannya kecuali jika ada bunyi petir. Hehehe tentu saja itu merupakan suatu anggapan yang berlebihan, tapi soal gigitannya yang sukar dilepaskan boleh saja kalau mau dicoba.Kembali ke leptop, kalau sekedar buat jaga rumah dari hewan berbisa dan obat tradisonal penyakit kulit (eksim), rasanya berlebihan kalau ada yang berani membeli seekor tokek dengan harga tinggi. Semahal-mahalnya salep kulit keluaran pabrik ternama, aku kira tidak akan mencapai angka ratusan ribu rupiah. Sedangkan untuk satu ekor tokek yang beratnya 5 ons ke atas, ada yang berani beli dengan harga setengah juta rupiah. Kalau sudah begini, pasti ada sebabnya. Ada asap tentu ada api.Di saat lagi kebingungan, aku mendengar suara yang sangat akrab dengan telinga. Nyayian yang terdengar tiap malam dan saling bersahutan. tokek…………tokek…………tokek. Ntah bagaimana dan darimana tiba-tiba aku langsung teringat dengan kepercayaan kami di kampung waktu dulu, si tokek memiliki kemampuan supranatural alami. Banyaknya bunyi tokek dapat dijadikan dasar bagi orang yang lagi kebingungan untuk menentukan suatu permasalahan yang dihadapi dua pilihan, seperti lulus atau tidak lulus, jadi atau tidak jadi, dll sebagainya. Hitungannya begini, tokek……. artinya lulus, tokek……. artinya tidak lulus, tokek….lulus, tokek….tidak lulus. Begitu seterusnya sampai si tokek berhenti berbunyi.
Berkaitan dengan kemampuan meramal tokek, ada sedikit kehawatian, jangan-jangan hewan ini mahal harganya karena dicari oleh orang-orang yang kebetulan mencalonkan diri dalam pemilihan anggota DPR di daerahnya masing-masing. Harap maklum, sekarang kan lagi musim pemilihan anggota DPR. Setiap calon hampir dipastikan ada keraguan antara terpilih dan tidak terpilih. Di saat seperti ini, akan terasa wajar bila mereka membutuhkan semacam “kepastian” terpilih atau tidak terpilih. Terpilih, syukur alhamdulillah karena itu yang diharapkan. Tapi bagaimana kalau sebaliknya, sementara biaya yang telah dikeluarkan untuk sosialisasi dan kampanye sudah tak terhitung? Mereka perlu tukang ramal yang tokcer. Buang duit setengah juta rupiah tidak ada artinya asal memiliki tukang ramal handal yang tidak mata duitan, siapalagi kalau bukan tokek.
Berkaitan dengan kemampuan meramal tokek, ada sedikit kehawatian, jangan-jangan hewan ini mahal harganya karena dicari oleh orang-orang yang kebetulan mencalonkan diri dalam pemilihan anggota DPR di daerahnya masing-masing. Harap maklum, sekarang kan lagi musim pemilihan anggota DPR. Setiap calon hampir dipastikan ada keraguan antara terpilih dan tidak terpilih. Di saat seperti ini, akan terasa wajar bila mereka membutuhkan semacam “kepastian” terpilih atau tidak terpilih. Terpilih, syukur alhamdulillah karena itu yang diharapkan. Tapi bagaimana kalau sebaliknya, sementara biaya yang telah dikeluarkan untuk sosialisasi dan kampanye sudah tak terhitung? Mereka perlu tukang ramal yang tokcer. Buang duit setengah juta rupiah tidak ada artinya asal memiliki tukang ramal handal yang tidak mata duitan, siapalagi kalau bukan tokek.
Selasa, 10 Maret 2009
KEAJAIBAN DUNIA SMA NEGERI 1 CIBEBER
Guru : Sebutkan keajaiban dunia
Siswa 1 : Great Wall Tembok raksasa di Cina
Guru : Bagus. Coba kamu…
Siswa2 : Ka’bah di Mekkah
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa3 : Menara Pisa di Italia
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 4 : Candi Borobudur di Magelang, Jawa tengah
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 5 : Taj Mahal di India
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 6 : Menara Eifel di Paris, Perancis
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 7 : Coloseum di Roma
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 8 : 7 (tujuh) orang GURU dan SISWA Ke Yogyakarta hanya Rp. 800.000,00 untuk 6 hari
Guru : Cuci Muka dan bercerminlah.
Siswa 1 : Great Wall Tembok raksasa di Cina
Guru : Bagus. Coba kamu…
Siswa2 : Ka’bah di Mekkah
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa3 : Menara Pisa di Italia
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 4 : Candi Borobudur di Magelang, Jawa tengah
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 5 : Taj Mahal di India
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 6 : Menara Eifel di Paris, Perancis
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 7 : Coloseum di Roma
Guru : Bagus. Coba kamu ….
Siswa 8 : 7 (tujuh) orang GURU dan SISWA Ke Yogyakarta hanya Rp. 800.000,00 untuk 6 hari
Guru : Cuci Muka dan bercerminlah.
GURU "SINTING" SMA NEGERI 1 CIBEBER
Mengikuti kegiatan Olimpiade bagi suatu sekolah adalah suatu kebanggaan dan prestasi yang luar biasa. Kepala Sekolah mana yang tak bangga ketika siswa-siswanya sebanyak 5 (lima) orang yang masuk final olimpiade tingkat nasional lagi. Kelima siswa ini adalah bagian dari 50 (lima puluh) siswa yang diundang dari seluruh Indonesia untuk mengikuti babak final di Universitas Gajah Mada – Yogyakarta.
Di bawah komando Guru "SINTING" SMA Negeri 1 Cibeber (Bpk. Slamet Widayat dan pendamping Irwan) kelima siswa tersebut (Erwan Yudiar Darussalam, Lia Kusuma Dewi, Meti Mutia Ulfah, Opic Taofic Muflih dan Zulfah) berangkat ke Yogyakarta dengan bekal dari SMA Negeri 1 Cibeber Rp.800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) untuk transport, makan dan penginapan selama enam hari.
Beban sekarang ada di pundak, jangan pernah lepaskan. Apapun tetap hadapi dengan segala keyakinan. Untuk menjadi besar hanya dapat dihadapi oleh orang-orang besar.
Selamat berjuang, buktikan mutiara adalah tetap mutiara. Kami disini melepas dengan kebanggaan, air mata… dan tak bisa lagi bicara.
Di bawah komando Guru "SINTING" SMA Negeri 1 Cibeber (Bpk. Slamet Widayat dan pendamping Irwan) kelima siswa tersebut (Erwan Yudiar Darussalam, Lia Kusuma Dewi, Meti Mutia Ulfah, Opic Taofic Muflih dan Zulfah) berangkat ke Yogyakarta dengan bekal dari SMA Negeri 1 Cibeber Rp.800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) untuk transport, makan dan penginapan selama enam hari.
Beban sekarang ada di pundak, jangan pernah lepaskan. Apapun tetap hadapi dengan segala keyakinan. Untuk menjadi besar hanya dapat dihadapi oleh orang-orang besar.
Selamat berjuang, buktikan mutiara adalah tetap mutiara. Kami disini melepas dengan kebanggaan, air mata… dan tak bisa lagi bicara.
Kamis, 26 Februari 2009
47 TAHUN, KEHIDUPAN ITU HARUS BERARTI
47 tahun yang lalu aku dilahirkan oleh ibunda tercinta untuk menjadi seorang anak yang bisa dibanggakannya. Anak yang dapat melangkah dengan gagahnya di jagad ini. Atau mungkin seribu harapan lagi yang ingin dijadikan cerita ibunda kepada orang lain karena bangganya telah melahirkan seorang anak dari rahimnya. Kini aku telah menapaki kehidupan selama 47 tahun, ya 47 tahun. Tapi bukan menapaki melainkan baru bisa merangkak dan merangkak seputaran ini saja. Tak mempunyai arti apa-apa untuk dijadikan kebanggaan dari ibunda.
Bahkan anak-anakku (Eka dan Akbar) serta seorang istriku pun sampai hari ini belum ada yang bisa mereka banggakan dari aku. Perjalanan selama 47 tahun ini baru dapat untuk membuat aku tidak terkapar dan terhempas oleh kehidupan saja.
Ananda Eka dan Akbar, bapak baru hanya bisa mencintai kalian, ya hanya mencintai kalian dengan seadanya yang bapak miliki. Tidak lebih dari apa yang bapak miliki, seperti yang telah bapak berikan selama ini. Itulah kemampuan yang dapat bapak berikan untuk kalian berdua.
Istriku Lina Rosmalina, bapak ingin memberikan yang terbaik untuk ibu. Tapi sampai hari ini bapak baru bisa memberikan mimpi kepada ibu. Itu adalah kemampuan yang terbaik dari bapak yang bisa diberikan kepada ibu.
Maaf cintaku, apa yang bapak perbuat sampai saat ini adalah yang terbaik yang dapat bapak persembahkan kepada kalian. Hanya untuk kalianlah bapak ingin berarti, sebagai rasa syukur bapak mendapat kehidupan selama ini.
Bahkan anak-anakku (Eka dan Akbar) serta seorang istriku pun sampai hari ini belum ada yang bisa mereka banggakan dari aku. Perjalanan selama 47 tahun ini baru dapat untuk membuat aku tidak terkapar dan terhempas oleh kehidupan saja.
Ananda Eka dan Akbar, bapak baru hanya bisa mencintai kalian, ya hanya mencintai kalian dengan seadanya yang bapak miliki. Tidak lebih dari apa yang bapak miliki, seperti yang telah bapak berikan selama ini. Itulah kemampuan yang dapat bapak berikan untuk kalian berdua.
Istriku Lina Rosmalina, bapak ingin memberikan yang terbaik untuk ibu. Tapi sampai hari ini bapak baru bisa memberikan mimpi kepada ibu. Itu adalah kemampuan yang terbaik dari bapak yang bisa diberikan kepada ibu.
Maaf cintaku, apa yang bapak perbuat sampai saat ini adalah yang terbaik yang dapat bapak persembahkan kepada kalian. Hanya untuk kalianlah bapak ingin berarti, sebagai rasa syukur bapak mendapat kehidupan selama ini.
BUDAYA MEWARISKAN HUTANG
Ketika seseorang meninggalkan suatu jabatan nya, baik karena memasuki masa pensiun atau pun karena pindah jabatan (promosi katanya) selalu meninggalkan warisan hutang bagi tempat kerjanya. Sungguh suatu tragedi yang amat sangat memalukan karena hutang itu bukanlah hutang karena jabatannya tetapi karena hutang pribadinya yang dibebankan ke jabatan. Hal ini dapat dilihat pada koperasi-koperasi pegawai yang dari waktu ke waktu, selalu terjadi ada hutang yang tak tertagih karena sang bapak telah meninggalkan kantor. Sang atas nama kelancaran tugas dan pekerjaannya sebelum meninggalkan kantornya akan meminjam kepada koperasi atau toko bahkan kantin sejumlah barang dan uang untuk kepentingan kantor yang sesungguhnya adalah untuk kepentingan dirinya. Dan menarik uang dan barangnya pada koperasi, toko dan kantin sehingga menyisakan sedikit sebagai tanda masih menjadi anggota koperasi, toko dan kantin tersebut.
Jumlah hutang dan simpanan yang tak seimbang maka terjadilah peninggalan hutang selalu ada dari tiap tahun pada rapat anggota tahunan. Begitu pula dengan kantin-kantin dan toko-toko yang ada dalam suatu kantor, bahkan toko-toko di luar kantor menagih ke kantor atas hutang sang bapak yang meninggalkan kantor tersebut.
Kepada siapa koperasi, toko dan kantin menagih. (Ebit G. Ade dalam bait lagunya : Kita dapat bertanya pada rumput-rumput yang bergoyang)
Dan pewarisnya pun menghindar untuk membereskan hutang tersebut karena memang bukan bebannya. Yang lebih celakanya sang Pewaris pun ingin membuat hutang pula yang akan di ajarkan pada pewaris berikutnya.
Jumlah hutang dan simpanan yang tak seimbang maka terjadilah peninggalan hutang selalu ada dari tiap tahun pada rapat anggota tahunan. Begitu pula dengan kantin-kantin dan toko-toko yang ada dalam suatu kantor, bahkan toko-toko di luar kantor menagih ke kantor atas hutang sang bapak yang meninggalkan kantor tersebut.
Kepada siapa koperasi, toko dan kantin menagih. (Ebit G. Ade dalam bait lagunya : Kita dapat bertanya pada rumput-rumput yang bergoyang)
Dan pewarisnya pun menghindar untuk membereskan hutang tersebut karena memang bukan bebannya. Yang lebih celakanya sang Pewaris pun ingin membuat hutang pula yang akan di ajarkan pada pewaris berikutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

